Persaingan bisnis di era digital, menuntut pelayanan ekstra di berbagai bidang. Perubahan radikal pun terjadi di semua lini, sehingga persaingan tidak terhindarkan dan tentunya kian hari bertambah ketat. Tidak ada produk ataupun jasa yang dipasarkan tanpa melewati arena persaingan. Apalagi di zaman now, semuanya bersifat customer oriented yang menyebabkan competition oriented. Menuntut produk bermutu, pengiriman tepat waktu, layanan cepat, purna jual memuaskan dan harga bersaing dan semuanya itu Anne Sri Arti temukan hanya di Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Bagaimanapun juga, peta persaingan mesti diperhitungkan bila tidak ingin tergilas oleh kegiatan pemasaran perusahaan pesaing. Secara langsung ataupun tidak, kondisi itu ikut menentukan tingkat keuntungan yang diraih oleh perusahaan. Hal itulah yang dirasakan Anne Sri Arti.

Sebelum menuai sukses seperti sekarang, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) ini pernah merasakan pahit getirnya menjalankan usaha. Mulai dari skala terkecil hingga kelas kakap.

Mulai dari pengiriman ala-ala tradisional hingga modern. Bahkan, dirinya tahu benar bagaimana proses keluarnya butiran keringat yang keluar membasahi tubuhnya setiap hari, saking susahnya mengirimkan produk untuk dipasarkan ke tangan konsumen.

Bayangkan saja, dulu sekitar tahun 2011-2013 Anne dan suaminya yang bernama Sentot Joko Priyono memasarkan produk olahan susu sapinya ke 364 Sekolah Dasar (SD) yang ada di seantero Sukabumi dan Bogor. Semua produknya ia kirim dari jalan kaki hingga turun naik moda transportasi massal mulai dari angkot hingga kendaraan berjuluk mobil setan alias Colt Bogoran.

“Maklum usaha kami saat itu masih terbilang kecil, namun kami punya tekad yang kuat dan berkeyakinan bahwa produk olahan susu sapi yang kami produksi bisa sukses,”tuturnya sambil mengenang masa-masa dirinya naik ojek kepada Radar Sukabumi, Kamis (11/10).

Si Local Hero yang punya usaha Makmur Agro Satwa (MAS) ini ternyata punya hati mulia. Usaha pembuatan produk olahan susu yang dirintisnya bukan semata untuk menuai keuntungan pribadi. Akan tetapi, jauh dari itu, dirinya ingin memberdayakan masyarakat sekitar rumahnya yang berada di kawasan Kp. Cikaret RT 04/02 Kelurahan Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi seperti peternak sapi tidak gulung tikar tapi bisa menikmati keuntungan yang bisa dibawa bagi keluarga mereka di rumah.

Maklum, sangat sulit untuk membuat masyarakat Indonesia ini gemar meminum susu segar dan jangan heran kalau di Sukabumi sendiri penampung susu segar dari peternak banyak yang sudah tutup.

Pasangan suami istri (Pasutri) yang kompak ini menamai usaha memasok olahan susu ke sekolah itu dengan sebutan Gerakan Minum Susu (Gerimis).

“Kami ingin generasi penerus bangsa ini cerdas dan sehat, kami senang ketika makin banyak siswa SD bisa menikmati susu yang kadangkala tidak terjangkau oleh siswa SD di daerah pelosok. Susu dan aneka olahan yang kami buat seperti susu es mambo juga tidak dibeli dengan anggaran dari pemerintah, melainkan menggunakan uang jajan anak-anak. Kami jual Rp1000 per pcs susu es mambo, cukup terjangkau untuk minuman bergizi,”tuturnya.

Jika waktu itu Anne sudah mengenal jasa logistik yang berkualitas dan layanannya lengkap, mungkin ia tidak akan susah-susah mengirimkan produknya. Dan produk olahan susu segarnya itu cepat sampai ke tangan konsumen.

Pengalaman tersebut tidak menjadikannya patah semangat, justru semangatnya makin teruji di medan persaingan usaha. Lambat laun, lantunan doa, sedekah serta getol puasa Senin-Kamis, membawanya kepada keberkahan hidup. Usahanya terus melejit hingga ia kerap ikut pameran di luar kota.

Dari pameran ke pameran, Anne bertemu dengan banyak pengusaha sukses nasional dan dirinya ikut ajang penghargaan bagi kaum hawa yang berwirausaha Entrepreneurial Winning Women (EY EWW) 2014 dan berhasil menjadi juara. Prestasi demi prestasi terus ditorehkan hingga pada akhirnya Anne pun bertemu dengan pengusaha Indonesia yang merupakan generasi kedua dari keluarga Gobel yang mengendalikan perusahaan National Gobel Group yang sekarang bernama Panasonic Gobel Group.

Ya, siapa lagi kalau bukan Rachmat Gobel. Pria yang pernah menjabat Menteri Perdagangan Indonesia di Kabinet Kerja itu melihat sosok Anne sebagai wanita cerdas yang syarat potensi dan prestasi.

Ilmu usaha ditularkannya kepada Anne hingga pada akhirnya kerja keras yang dilakukannya bertahun-tahun tidak sia-sia. Karirnya melejit drastis, selain CEO MAS, juga Direktur Utama (Dirut) PT Rajatani Agro Nusantara, Dirut PT MAS Raja Agro Nusantara, Dirut PT Aren MAS Nusantara, Direktur Agrocom (Agrokomunikasi & Sosial Invesment) dan Founder & CEO PT Makmur Agro Satwa. Kini bisnisnya di mana-mana.

EnglishIndonesian