Rajatani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perkembangan sektor industri di Tanah Air mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Sayangnya, hal tersebut hanya terjadi di kota-kota besar saja, karena tidak diiringi pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang membuat tidak meratanya pertumbuhan industri di wilayah-wilayah terpencil. Hal ini telah menggiring kaum muda di daerah untuk berbondong-bondong meninggalkan kampung halamannya untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Situasi tersebut telah menimbulkan keprihatinan di lingkungan Kampung Adat, karena mengakibatkan menurunnya perekonomian di sana. Inilah yang mendorong hadirnya Badan Usaha Milik Kampung Adat (BUMKA) untuk berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian kampung adat yang ada di Indonesia. Dengan mengurai keinginan kaum muda kesepuhan dan menekan laju urbanisasi, diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi pimpinan adat, yakni dengan meningkatkan perekonomian di sekitar kasepuhan.

Komisaris BUMKA Anne Sri Arti, mengatakan salah satu tujuan BUMKA adalah membuka lapangan kerja. Hal ini menjadi sangat penting untuk mengantisipasi kondisi dan memburuknya perekonomian negara yang bukan mustahil akan berimbas ke desa ditengah pandemi. Ia pun berharap setelah dikukuhkan kehadirannya BUMKA akan menjadi agent of change bagi peningkatan kualitas hidup dan kehidupan.

“BUMKA hadir untuk mengelola sumberdaya dangan kearifan lokalnya untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh stakeholder. Tidak seperti badan usaha lain yang fokus terhadap bisnisnya, orientasi BUMKA berawal dari keinginan menjaga dan melestarikan asset budaya yang bernilai tersebut. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan dana, karenanya BUMKA menggali dan mengoptimalkan sumberdaya yang bisa menjadi sumber finansial,” ungkapnya.

Langkah Awal BUMKA di Kasepuhan Ciptarasa

Mengawali aktifitasnya, BUMKA memilih Kampung adat Ciptarasa pengukuhan awal. Hal ini dikarenakan Kampung adat Ciptarasa memiliki sumberdaya fisik dan non fisik yang luarbiasa berpotensi untuk dikembangkan dan dilestarikan.

“Adapun langkah awal yang akan dilakukan oleh BUMKA untuk mengembangkan Kesepuhan Ciptarasa adalah dengan melakukan Inventarisir atau pemetaan seluruh sumberdaya yang ada di Kasepuhan. Terlebih lagi Kasepuhan adat ini sangat merespon baik upaya yang telah dilakukan oleh BUMKA. Karena nilai-nilai yang dikembangkan oleh BUMKA seiring dan sejalan dengan nilai-nilai yang ada dan dianut oleh Kasepuhan,” ucap Anne yang juga merupakan Komisaris Makmur Agro Satwa Group dan beberapa perusahaan di bidang agribisnis.

Dipaparkan Anne, adapun cara untuk dapat meningkatkan perekonomian di kasepuhan, antara lain sebagai berikut :- Mengembangkan produk usaha masyarakat, – Mengembangkan sektor pertanian & Peternakan, – Mengelola desa wisata, – Mengembangkan sektor perikanan, – Mengembangkan sektor lainnya yang ada di seputar kasepuhan, – Mengoptimalkan SDM dan SDA yang ada.

“Dalam menciptakan peluang usaha BUMKA membutuhkan keseriusan dalam menyediakan jaringan pasar dan pemasaran. Kita tahu dan paham bahwa persoalan penjualan dan pemasaran masih menjadi problem yang sulit teratasi bagi pelaku usaha. Bahkan, banyak pelaku usaha UMKM yang kemudian tutup, gegara gagal menciptakan peluang dan jaringan pasar. Oleh sebab itu, penting bagi BUMKA untuk hadir dan menjadi mitra penyedia jaringan pasar dengan menciptakan tim pemasaran dan platform digital,” jelas Anne.

Anne sendiri merupakan pemenang banyak penghargaan dari dalam maupun luar negeri, sering menjadi narasumber yang erat kaitannya dgn pemberdayaan masyarakat, dan merupakan pengusaha yang terkenal dengan prinsip 3 kepastian (Kepastian harga, Kepastian pasar dan Kepastian pembayaran) sehingga pasar yang pasti menjadi ujung tombak sebuah keberhasilan.

Berikut susunan Direksi BUMKA; Anne Sri Arti (Komisaris BUMKA), Sentot Joko Priyono (Direktur Pengembangan Usaha, Investasi, dan Pendanaan BUMKA), Ade Pian Supriandi (Direktur Utama BUMKA), David Budiman (Direktur Operasional BUMKA), Supriadi Patrio (Direktur Keuangan BUMKA), Yandi Suryandi (Direktur SDM BUMKA), dan Luki Lukmanul Hakim (Direktur Budidaya Pertanian dan Peternakan). (Yuli/MSB)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesian